Jumat, 29 Maret 2013

Love History [Bagas-Cindai] Bag. 2



Love History Bag 2
Bag. 2
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.-Mario Teguh
***
Tok. Tok. Tok
Suara ketukan pintu membuat Cindai mengerjapkan matanya. Enggan rasanya untuk beranjak dari tempat tidur. Matanya bengkak akibat semalaman menangisi Bagas. Apalagi ini hari minggu.
“Siapa?” Tanya Cindai dalam keadaan masih setengah sadar
“Bagas” Jawab seseorang dari luar kamarnya
Dengan malas Cindai segera membukakan pintu. Cklek.
“Ngapain lo kesini?” ucap Cindai sewot.
“Jangan sewot dong, lo kenapa kemaren langsung pulang gitu? Katanya ada janji sama mamah lo? Kemana kemaren?Gatau apa….” Belum sempat Bagas menyelesaikan pertanyaan yang mencecar Cindai, Cindai langsung memotongnya.
“Bagas! Lo aja belom jawab pertanyaan gue kenapa lo malah balik nanya gue dengan pertanyaan yang beruntun gitu?”
“Gue kesini itu mau nanyain keadaan lo, soalnya kemaren lo langsung buru-buru gitu udah gitu muka lo pucet, Lo sakit?”Ujar Bagas dengan nada khawatir
Iya gue sakit, bukan fisik gue yang sakit Gas tapi hati gue.  Ucap Cindai dalam hati.
“Yaudah gini aja deh daripada lo badmood kaya gini mending hangout yuk? Nanti gue ajak Chelsea deh”
Cindai menghela nafas. Kenapa harus ada perempuan itu sih? Tidak, Cindai tidak boleh terlihat lemah dihadapan Bagas. Kenapa juga harus mengajak dirinya? Bukannya nanti dirinya hanya akan menjadi obat nyamuk diantara mereka dan yang ada dirinya hanya akan merasakan sesak yang menjadi.
Lagipula hari ini dia malas kemana-mana hanya ingin dirumah saja.
“Ngga, gue gamau ikut. Lo aja sana sama Chelsea”
“Lo kenapasih? Ngambek?” ujar Bagas. Dia menatap Cindai dengan tatapan khawatir. Tapi yang ditatap malah mengalihkan pandangannya.
“Kaya anak kecil lo! Dikit-dikit ngambek. Dewasa dikit lah Ndai kayak Chelsea! Kalo punya masalah cerita jangan dipendam terus!” ujar Bagas sedikit membentak kearah Cindai.
Gadis itu tersentak dengan pernyataan Bagas barusan.  Sakit sekali mendengar ucapan Bagas barusan. Bukan karena Bagas memvonis dirinya seperti anak kecil. Melainkan kenapa dirinya harus dibanding-bandingkan dengan perempuan tersebut. Cindai tau dia berbeda dengan perempuan itu. Cindai benci dibanding-bandingkan dengan Chelsea –perempuan tersebut-
“Iya gue kayak anak kecil! Gue emang ngga dewasa kayak CHELSEA! Dan gue bukan tipikal cewe yang lo mau!” ujar Cindai kesal dan sedikit member penekanan pada kata ‘Chelsea’
Gadis membanting pintu kamarnya  kasar. Membiarkan sosok diluar pintu tersebut berbicara panjang lebar. Sementara gadis yang ada dibalik pintu tersebut menutap telinganya, tidak mau lagi mendengar celotehan sosok diluar pintu itu. Emosinya memuncak, airmatanya tak lagi bisa ditahan. Tetes demi tetes  airmata turun menggenangi pipi Cindai.
Bagas mendengus kesal. Lalu ditinggalkannya Cindai yang berada dalam kamarnya .
***
Keesokan harinya Cindai berangkat sekolah diantar oleh supirnya. Entah kenapa dia malas bertemu dengan sosok yang belakangan ini membuatnya menangis. Ah sial! Kenapa sosok itu terus-terusan memenuhi otaknya? Pikirnya.
Sesampainya disekolah, mata Cindai tertuju pada dua sosok yang sedang berada diparkiran motor. Dia kenal dengan dua sosok itu. Keduanya adalah sahabatnya. Tiba-tiba sesak mulai menghimpit dadanya. Anggota tubuhnya terasa lemas sekali. (Lagi-lagi) airmatanya hampir saja jatuh.  Belum puas Bagas membuat dirinya tersiksa seperti ini?
Bagaimana tidak? Pagi-pagi sudah disajikan dengan pemandangan Bagas mengcup kening Chelsea? Apa mereka sudah terikat dalam suatu hubungan? Secepat itukah? Tidak! Cindai berusaha menghilangkan segala pikiran negative yang ada dalam otaknya.
Cindai langsung melangkahkan kakinya yang sempat terhenti karena melihat pemandangan tadi.
“Cindai” teriak sosok yang ada dibelakang Cindai. Angel rupanya.
“Kok lo ngga bareng Bagas?” Cindai menghela nafas berat. Ingin rasanya ia menghindari pertanyaan Angel tersebut.
“Eh udah tau belom? Sekolah kita ini lagi heboh-hebohnya sama berita ChelGas jadian. Nih liat” Angel langsung mengeluarkan Blackberry nya dan memberikan sebuah screen capture dari laman Facebook dan di blog oleh Angel yang bertuliskan “Agatha Chelsea in relationship with Bagas Rahman DS”

Flashback on
Gadis cantik dengan rambut dibiarkan terurai dan mengaitkan sebuah jepitan pada poni-nya ini tengah sibuk di depan notebook miliknya dan sibuk dengan jejaring social.
Tok. Tok. Tok
Sebuah ketukan pintu cukup membuat Chelsea –Gadis itu-  tersentak lalu beranjak dari depan notebook miliknya untuk membukakan pintu kamarnya.
“Kenapa bi?” ujar Chelsea pada Bi Sum yang mengetok pintu kamarnya,
“Di bawah ada den Bagas katanya nyariin Non”. Chelsea tersenyum,
“Suruh masuk aj…..” Belum sempat Chelsea menyelesaikan kata-katanya tiba-tiba sosok yang tengah dibicarakannya sudah berada diantara mereka. Chelsea mengernyit.
“Saya permisi ya” ucap Bi Sum yang langsung meninggalkan Chelsea dan Bagas.
“Chel, gue mau ngomong sama lo,” ujar Bagas yang terlihat sangat serius
Chelsea langsung mengajak Bagas ke belakang rumahnya dan kebetulan dibelakang rumah Chelsea ada sebuah taman.
Jantung mereka saling berdegup tak beraturan. Mereka tengah sibuk merapikan degup jantungnya masing-masing.
“Mau ngomong apa Gas?” ujar Chelsea sambil menatap Bagas
Bagas mendekat kearah Chelsea kemudian meraih tangan Chelsea ke genggaman tangannya. Bagas sudah meyakinkan dirinya dan sekarang waktu yang tepat.
“Chel…gue suka sama lo. Oke lebih tepatnya, gue cinta sama lo. Gue tau ini terlalu cepat tapi gue ngga mau membiarkan perasaan gue ke elo segini-gini aja. Can I be your man? I hope u can.”
Chelsea tersentak. Dia mengalihkan pandangannya yang sedari tadi menatap Bagas. Chelsea tengah menimbang-nimbang.
“I can” ucap Chelsea sambil tersenyum.
Bagas tersenyum senang, dia tak bisa menyembunyikan perasaan senangnya dia langsung memeluk Chelsea dalam pelukannya.
Flashback off

Bagaikan tersambar ribuan petir dan sebuah pisau belati yang siap menohoknya. Sakit sekali. Ingin rasanya Cindai berteriak namun ia masih melihat sedang dimana dia sekarang.
Sesakit inikah rasanya mencintai sahabat sendiri? Sesakit inikah rasanya mengharapkan orang yang sama sekali tidak mengharapkan kita? Sesakit inikah rasanya cinta bertepuk sebelah tangan? Sesakit inikah rasanya Cinta diam-diam? Apakah ini sudah berakhir? Akankah Cindai dan Bagas selamanya hanya akan menjadi sepasang ‘sahabat’? Air mata sudah berada dipelupuk mata Cindai tak lagi bisa ia tahan. Air itu jatuh tetes demi tetes.
 “Ndai, maaf gue ngga bermaksud bikin lo kaya gini. Gue tau gue salah gue udah ngasih tau lo tentang hubungan mereka. Ah Cindai maafin gue, coba aja tadi gue ngga ngasih tau lo. Lo ngga bakalan kaya gini” ujar Angel lirih merasa bersalah
“Ngga kok, gapapa” ujar Cindai berusaha tersenyum.
 ***
STOOOPPP! ini belom berakhir kok haha sengaja dibikin nyesek dulu~
Gimanaaaa? jelek?ancur?emang^^
maklum penulisa amatiran haha sarannnya dong:-)
@Gadisssap thnks.

Selasa, 26 Maret 2013

About GGB YOIII


Tentang GGB Yoiii
Hai, kali ini gue mau ngepost tentang GGB YOIII dari mulai awal terbentuknya, siapa aja anggotanya sampai sejarah2 GGB..
Yang pertama gue mau jelasin dulu apa itu GGB YOIII. GGB itu sebenernya singkatan dari Gembel-Gembel Bahagia YOIII. Jadi gini awal mulanya, anak-anak cewek di X MM 1 itukan jumlah dikit banget, Cuma 13 orang dan sisanya itu cowok semua-_- Nah, anak-anak cewek ini awalnya kalo libur gitu suka jalan bareng gitu sekedar main kerumah orang gerecokin rumah orang padahal sih niatnya Cuma satu, “NUMPANG MAKAN” hoaaammm. Kenapa dinamain Gembel-Gembel Bahagia? Karena anak2 cewek MM1 itu kalo jalan kesuatu tempat gapernah mikirin duit, bawa duit berapapun yang penting jalan, yang penting seneng2 itu yang ada dipikiran kitaJ.  Bayangin aja, ke depok Cuma bawa duit 8ribu-_- ngenes kan? Haha tapi itu ngga jadi masalah buat kita, susah seneng bareng2. Itu prinsip kita. Kenapa belakangnya ditambah embel-embel ”YOIII”? Yap, jadi gini kita kan anak MM gitu secara pasti ketemu sama pelajaran ‘pemograman’ yap pelajaran yang bikin kita pusing tujuh keliling melampaui garis katulistiwa(?) #halah gimana ngga pusing tiap pelajaran itu pasti harus ketemu sama yang namanya codding. Suatu ketika pas guru lagi ngejelasin didepan sambil sambil ngasih tau langkah2 pembuatan web, trus kita ngikutin dan akhirnya kita bisa step by step sambil teriak “YOIIIII” bareng2 coba, bisa bayangin kan gimana rame-nya itu Lab MM hahaha iya, kita enak aja pas lagi dijelasin sih ngerti-ngerti aja, teriak2 “YOIII GUE BISA DONGG” tapi berbeda jauh dengan kenyataan pas ulangan. Pas ulangan mah kita Cuma bisa lala lolo kayak kebo hahaha apalagi anak ceweknya kan gaptek semua, gue rasa anak GGB salah masuk jurusanL. Jadi begitulah asal mulanya setiap pelajaran pemograman gitu kalo bisa ngikutin step by step yang guru kasih kita selalu teriak “YOIII” kalo bisa, tapi kalo gabisa bingung sendiri “Yah, gue kok eror gini?” karena gada yang tau kenapa bisa error entah salahnya dimana yaudah akhirnya di close dan komputernya malah dimatiin. Ini anak multimedia kok kaya gini? Demi apapun gue baru nemu gueee-_- Gue tau ini abstrak, tapi ini bener-bener berarti banget buat kita:”)  dan lo musti tau, kita itu udah kayak anak ayam kemana2 selalu ber-tiga belas orang sampe orang2 yang liat pasti berfikir dalam hati “ini bebek darimana? Pasukanynya banyak bgt” apalagi kalo kita dijalan itu ketawa2..
Selanjutnya, gue mau ngasih tau siapa aja anggota GGB YOIII.  Anggota GGB YOIII sebenernya semua anak cewek dikelas MM1.  Gue gabisa sebutin satu2, gue sebutin yang paling mencolok ajayaa:-)

Yang pertama ADISTIYAH RAHMAWATI PUTRI, dia ini merupakan pelopor yang nambahin embel-embel “YOIII” dia ini anaknya kecil, paling kecil di GGB ehsalah paling kecil di MM1. Hahaha namanya sama gue hampir sama dia ADIS kalo gue GADIS. Dia ini merupakan couple gue di GGB, udah duduk sebangku, namanya sama2 “DIS” sampe sering dikerjain orang tauga hhh-_- Dia ini kecil-kecil cabe busukL ngeselinnn tapi kalo ngga ada dia , sepiL

Selanjutnya, DWI PUJIASTUTI yahh gue males nyeritain dia. PoKoknya buat lo lo semua jangan pernah muji2 dia deh bilang dia cantik, pinter, atau apalah karena dia ini kalo udah dipuji bisa salting dan saltingnya itu ngancurin barang grabak-grubukL aneh emang hahaha tapi dia emang cantik sih pinter pula, dia ini tadinya anaknya pendiem banget api semenjak main sama GGB jadi………hahaha *plis wi jangan salting yaa. Dwi ini termasuk TRIO JONES STADIUM AKUT hahaha dua lainnya yaitu…….Gue sama Peri. Oke gue ngaku kanJ

Selanjutnya, EKA ISANDRIYANI dia itu gimana yaaa? Dia sama aja kayak dwi kalo dipuji suka satling bedanya kalo eka dipuji saltingnya malah ngedorong orang sampe jatoh coba astagaa hahaha dia ini emak-nya GGB, dia cantik, pinter tapi sayang……..sarapL Bayangin aja hobi dia itu dangdutan, ngelawak sama suka autis haha siapapun yang duduk sebangku sama eka sijamin bisa langsung stress haha dia mah kalo nyanyi suka nyambung, misalnya sekarang nyanyi lagu galau trus tiba2 entar jdi dangdut mending nyanyinya pelan wkwkwk dia nyanyi kadang pas kelas lagi sepi gimana ngga ngakak=)) tapi gue akuin dia suaranya bagus;) ciyeee eka^^ dia taken sama Deni kakak kelas anak akutansi. Ohiya merupakan radio kabar buruk di GGB, kenapa? Karena dimana2 nyanyi mulu. Tapi dia punya sisi dewasa loh makanya dikata emak:’)enak diajak curhat suka ngasih SOLASIJ

Next, GADIS AZIZAH PRATIWI. Yap gueJ Gue gabisa ngediskripsiin tentang gue, tapi kata peri gue itu cakep tapi otaknya rada2 pea. Yaallah gue begini itu gara2 kalianL gue tadinya anak baik2 anak alim tapi semenjak main sama kalian jadi begini, gue jg gasetuju dimasukin TRIO JONES STADIUM AKUT sama peri dan dwi, gue jomblo tapi ngga ngenes-ngenes banget kayak mereka, gue tau peri sama dwi mau nyari temen kan makanya gue dimasukin ke TRIO JONES STADIUM AKUTL Yallah ampunilah mereka yang membuatku seperti ini:”)

yang paling mencolok, PERI PUJIYARNI. Udah ah males ngomongin peri.Kalo pengen tau tentang peri, tanya bocah ajayaaa kalo gue yang nulis ntar kacau wkwk ntar pada ngakak lagi. Dadah.

Gue sayang banget sama GGB YOIII, kenapa? Mereka segala-nya buat gue disaat gue lagi sedih mereka selalu ada buat gueselalu mau dengerin curhatan gue bukan Cuma namanya ada diatas yang ada buat gue tapi yang ngga gue tulis juga selalu ada buat gue, saling ngasih saran hehe tapi ujung2nya saran mereka masuk kuping kanan keluar kuping kiri lagian sarannya nyuruh gue move on mulu kan ga gampang cooyyy..

Gue gamau kehilangan mereka, kita 3tahun bareng2 karena emang disekolah gue dari kelas X sampe XII kelasnya nga diacak2. Pokoknya gue sayang bgt sama mereka{} I Love You so Much till the end:* you’re my everything{} Buat yang namanya ngga disebut, sorry ya gue juga tetep sayang sama kalian{}

Love Hostory [Bagas-Cindai] Bag.1


Love History
Bag 1


Langit nampaknya sedang berwarna biru ditemani sang matahari yang sudah mengintip dari ufuk timur. Yap. Langit pagi ini sangat cerah secerah hati gadis cantik ini. Chindai Gloria.
“Selesai,” gumam Chindai setelah mematut dirinya pada cermin sambil tersenyum. Tiba-tiba dirasakan sebuah getaran dari meja riasnya. Sebuah benda persegi panjang milik Chindai yang terdapat pesan masuk dari seseorang yang berisi “Gue udah didepan rumah lo Ndai, jadi berangkat bareng kan?” Cindai tersenyum membaca pesan singkat tersebut lalu membalasnya “Oke jadi gas, tunggu yaaa J “ Yap, itu merupakan pesan masuk dari Bagas. Setelah membalas pesan dari Bagas, Cindai langsung memasukkan benda itu kedalam saku baju seragamnya.
Sejurus kemudian Cindai segera keluar kamar dan menemui Bagas yang sudah menunggunya diluar. “Pagi Mah, Pah” sapa Cindai saat melewati ruang makan. “Pagi sayang, ngga sarapan dulu?” Ucap mamah sambil menarik tangan Cindai yang sudah terlihat terburu-buru “Engga deh mah didepan udah ada Bagas nunggu, aku berangkat ya mah” ucap Cindai sambil mencium tangan mamahnya.
“Sorry Gas lama hehehe” Sapa Cindai saat bertemu Bagas yang sudah nangkring(?) di motor satria miliknya. “Ngga  kok Ndai, yaudah berangkat sekarang yuk nanti telat masuknya” ucap Bagas. Sejurus kemudian Cindai sudah menaiki motor Bagas dan Bagas segera mengemudikannya(?) dengan kelajuan sedang.
Tidak, Bagas dan Cindai tidak menjalin suatu hubungan. Hubungan mereka tak lebih dari seorang sahabat. Bagas dan Cindai sudah bersahabat sejak mereka duduk dibangku SMP. Dan kebetulan sampai kelas 11 SMA ini mereka selalu mendapat sekolah yang sama dan kelas yang sama. Tapi, ada sebuah getaran aneh  pada diri Cindai saat ia sedang bersama Bagas, jantungnya berdegup kencang pipinya mengeluarkan semburat rona merah. Entah apa yang Cindai rasakan, ia sendiri tidak bisa mendiskripsikan ini semua? Mungkinkah Cindai mulai Jatuh Cinta dengan Bagas?
Motor satria milik Bagas memasuki kawasan sekolah RSBI kawasan Jakarta Barat, plang bertuliskan “Nusa Bangsa International High School” sudah terlihat. Bagas segera memarkirkan Satria miliknya dan Cindai pun segera turun.
“Gas, gue duluan ya mau nyalin PR Kimia punya Angel nih hehe gue belom ngerjain semalem 10 menit lagi bel masuk,”ucap Cindai terlihat panik. “Hahaha selow aja kali Ndai, gurunya paling ngga masuk lagi muka lo ngga usah panik gitu eh tapi kalo lo panik tambah cantik ya,” Cindai yang merasa dirinya dipuji oleh Bagas merasa malu dan tertunduk untuk menyembunyikan pipinya yang mengeluarkan semburat rona merah. Lagi-lagi Bagas yang membuatnya seperti ini. Uh! “Ke kantin dulu yuk laper Ndai” Ucap Bagas sambil menarik tangan Cindai. “Tapi gas…..” belum selesai Cindai mengucapkan kata-katanya Bagas sudah memotongnya “Sssstttt gausah bawel nanti cantiknya ilang”
***
Sesampainya dikantin Cindai dan Bagas bertemu dengan Chelsea. Entah karena apa semenjak ada Chelsea dikantin Cindai seperti obat nyamuk, yap sedari tadi Bagas dan Chelsea berbincang-bincang berdua terus hingga melupakan bahwa ada sosok makhluk juga disini. Cindai merasa kesal, moodnya yang tadi naik sekarang menjadi turun. Ada rasa sesak saat Cindai melihat Bagas dan Chelsea tertawa bersama dihadapannya. Apa ini? Apa mungkin yang Cindai rasakan adalah………….Cemburu?
Bel masuk berbunyi, Cindai berterimakasih karena berkat bel masuk itu Cindai tidak perlu melihat pemandangan yang me-nyesak-kan tadi.
***
Bel sekolah berbunyi Cindai segera merapikan buku yang berserakan dimejanya. Bagas pun langsung menghampiri Cindai “Ndai, mau nemenin gua dulu ngga? Ke Mall sebentar” ujar Bagas “Ngapain kesana? Tumben banget gas”
“Ada deh, gue mau beli something buat someone”
“Someone? Siapa dia?” Cindai mengernyit
“Udah nanti gue certain, udah yuk ah keburu sore” ujar Bagas ambil menarik tangan Cindai
***
Selama dalam perjalanan, hanya kesunyian yang menemani mereka tidak satupun diantara mereka yang angkat biacara. Sesampainya disebuah Mall terdekat setelah bagas memarkir Satria miliknya mereka segera masuk.
“Ndai, kira2 kalo cewek lagi ulangtahun itu kado yang cocok apaya” Ujar Bagas sambil memilih-milih aksesoris perempuan pada Mall tersebut. “Gatau,” Jawab Cindai sambil memanyunkan bibir.  “Kok jutek banget sih Ndai? Kenapa?”Bagas mengernyit heran “Pikir aja sendiri, emang buat siapa sih?” Jawab Cindai sambil mengalihkan pandangan “Ohiya gue belum cerita ya sama lo, yaudah makan dulu yuk biar enak ceritanya” Ajak Bagas. Cindai hanya mengangguk saja.
“Silahkan mba, mas mau pesen apa?” ucap sebuah pelayan
“Cappucino samaa…..” Bagas melirik Cindai. Cindaipun mengerti apa maksut Bagas. “Sama Moccacino coffe-nya” ucap Cindai. Setelah pelayan itu pergi, Bagas angkat bicara.
“Jadi gini Ndai, gue kayaknya lagi jatuh cinta sama seseorang, dia Cantik, manis, pinter. Pokoknya dimata gue dia sempurna deh inisialnya ‘C’.”
“Siapa?” Tanya Cindai antusias. Di lubuk hati yang paling dalam Cindai berharap orang yang dimaksut Bagas adalah dirinya.
“Chelsea, Ndai”
DUAR! Bagaikan disambar petir dan tertusuk oleh ribuan jarum. Sakit sekali rasanya, dadanya seolah terasa sangat sesak, harapan bahwa sosok yang dimaksud Bagas itu dirinya pupus sudah. Apa? Kenapa begini? Kenapa Cindai merasa seperti ini? Bukankah harusnya ia senang melihat sahabatnya seperti ini? Tapi kenapa malah seperti ini? Apa ia cemburu? Saat ini Cindai memastikan bahwa dia cemburu. Air matanya sudah sampai dipelupuk matanya. Tapi ia tetap berusaha tegar dan menahannya agar tidak jatuh.
“Sorry gas gue ga bisa lama-lama ada  janji sama mamah dirumah, bye” ucap Cindai sambil meninggalkan Bagas ditempat itu sendirian
“Eh…ehh Cindai mau kemana?” Tanya Bagas. Tapi tidak digubris oleh Cindai.
Setelah sampi dirumah ia langsung menjatuhkan diri dikamar dan tak terasa pipinya basah, airmatanya mengalir deras. Kenapa harus seperti ini. Baru tadi pagi Bagas membuatnya terbang tapi sekarang Bagas juga yang membuatnya Jatuh seperti ini. Untuk apa aku menangis? Memang aku siapanya dia? Punya hak apa aku untuk cemburu? Gumam Cindai.
***