Part 1
“Ikatan
Kovalen Koordinasi adalah ikatan yang terbentuk dengan
cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang
berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya
menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.” Ujar seorang guru Kimia
menjelaskan di depan kelas.
Berjam-jam
dengan pelajaran kimia memang bukan hal yang mengasyikan ditambah dengan perut
yang belum sarapan pagi dari rumah. Membosankan bukan? Sama dengan hal yang
dialami dengan gadis yang satu ini, Shilla.
Menulis
diary mungkin salah satu hal yang lebih baik ia lakukan sekarang daripada harus
mendengarkan celotehan guru didepan kelas tentang ikatan kovalenlah, atomlah,
atau apapun itu yang membuat kepala Shilla pusing.
“Shilla! Coba
gambarkan terbentuknya senyawa NH4!” bu Della dengan sigap langsung memberikan
spidol di meja Shilla.
Aduh mampus
gue, batin Shilla. Shilla melirik jam tangannya, bagus 5 menit lagi bel
istirahat dan dia harus maju kedepan kelas untuk mengerjakan soal laknat yang
sama sekali tidak dimengerti olehnya.
Kringggg….Kringggg…
Rupanya dewi
fortuna sedang berpihak ke Shilla, tepat saat ia membuka tutup spidol bel
istirahat berbunyi. “Shilla, silahkan kembali ke tempat duduk kamu” ucap bu
Della
“Baik,
anak-anak kita lanjutkan minggu depan. Terimakasih”
Semua murid
bernafas lega saat guru kimia tersebut keluar kelas.
“Zevana,
Dea, ke kantin yuk! Laper nih” ajak Shilla
“Yuk!”
Beberapa
menit kemudian mereka sudah tiba di kantin yang menjadi tempat paling sakral
semua siswi saat jam istirahat.
“Shill, mau
beli apa lo?” ujar Zevana saat mereka duduk di bangku kantin
“Gue nitip
aja ya. Lagi males ngantri, hehe gue mau mie ayam sama es jeruk ya, Ze”
“Yehhh,
yaudah deh. Dea, lo ikut gue yuk ngantri”
Sejurus
kemudian Zevana dan Dea sudah berada di antrian. Shilla sibuk memainkan
smarthpone miliknya ketika tiba2 dia merasa ingin ke kamar mandi untuk buang
air kecil.
Brukkk…
“Awww”
rintih Shilla
“Eh sorry”
ujar seseorang tersebut
“Apaansih
lo! Plisdeh kalo jalan tuh pake mata! Liat ada gue ngga sih di depan lo?!”
“Maaf, tapi
gue ngga sengaja”
“Maaf maaf
enak aja lo minta maaf! Liat ini baju gue basah gara-gara kena kuah gak bakso
lo!”
“Iya sekali
lagi aku minta maaf…”
“Halaaahhh
minggir lo” ujar Shilla sambil mendorong orang tersebut
***
Hari ini
benar – benar membuatnya kesal! Hari senin. Jam pertama pelajaran kimia,
pelajaran yang memuakkan, ditambah dia harus pulang kerumah dan izin tidak
mengikuti pelajaran lagi dikarenakan baju seragamnya yang kotor itu. Bingo
senin! Kamu sudah membuatku sial, batin Shilla.
Shilla
mendorong pintu rumah dengan malas. Dia tahu pasti papahnya sedang ada dirumah
karena mobil papahnya terpakir dihalaman tadi.
“Loh?Shill?tumben
jam 1 siang gini udah pulang?Itu baju kamu kenapa?” Zainal –Papah Shilla- langsungnya menyerbunya dengan berbagai
pertanyaan
“Apasih pah,
gausah sok peduli sama aku deh! Urusin aja selingkuhan Papah sana!” bentak
Shilla
“SHILLA!
JAGA OMONGAN KAMU! DIA BUKAN SELINGKUHAN PAPAH, DIA REKAN KERJA!” ujar Papahnya
dengan nada yang tak kalah tinggi.
“Kalo papah
mau aku jaga omongan aku, Papah juga harus jaga perasaan Mamah, gimana rasanya
jadi Mamah! Puas?! Ohiya kalo rekan kerja, mana mungkin telfonan ngomongnya
pake kata ‘sayang’ HAH?!” Shilla langsung lari menuju kamarnya dan membanting
pintu kamarnya.
Selalu
begini, 3 bulan terakhir Shilla selalu adu mulut dengan Papahnya. Shilla benci
papah! Dia jahat. Dia sudah meninggalkan Mamah dengan wanita lain! Shilla benci
Papah!
Matanya
tertuju pada sebuah bingkai, bingkai dimana didalam bingkat tersebut terdapat
foto dirinya yang tertawa lebar sedang merayakan ulangtahun yang ke 10
disebelah kiri terdapat Papahnya yang memeluknya dan disebelah kanan nada
Mamahnya yang mencium pipinya. Terlihat bahagia.
Shilla
merindukan masa – masa itu, masa dimana dia dan keluarga kumpul dan tertawa.
Tak terasa pertahanannya pecah. Shilla menangis. Shilla rindu. Rindu susasa
hangat di keluarganya yang dulu pernah ia miliki.
***
Sivia masih
berkutat didepan laptop-nya mengerjakan persentasi pelajaran IPS yang tak
kunjung selesai. Tapi pikirannya tertuju pada kejaian tadi siang saat jam
istirahat saat dia tidak sengaja menabrak seseorang dan menumpahkan kuah
baksonya.
‘Gue jadi ngga
enak’ batinnya. ‘Gua harus minta maaf ke dia, kayaknya dia marah banget tadi’
sambungnya.
***
06.15
Kringggg….
Shilla meraih handphone-nya lalu mematikan handphone-nya dan kembali menutup
tubuhnya dengan selimut. Kringgggg… namun suara itu masih tetap berbunyi. Suara
apa itu? Shilla tetap tidak peduli, Shilla menutup kepalanya dengan bantal
mickey mousenya. Kringgggg…. Shilla kesal. Dia terbangun dan tatapannya
langsung tertuju pada jam wekeer di meja belajarnya.
Sial! Gue
telat! Dengan cepat dia langsung menyambar handuk dan masuk ke dalam kamar
mandi. 15 menit kemudian Shilla sudah menggunakan seragam putih abu – abu nya
dan merapikan penampilannya.
Dia menuruni
anak tangga dan melirik sebentar kea rah meja makan yang hanya berisi Papahnya.
Dia tau Mamahnya pasti masih di dalam kamar dengan keadaan menangis lagi.
Meningat hal itu Shilla mengurungkan niatnya untuk sarapan terlebih dahulu. Dia
langsung menyambar kunci mobilnya yang berada di atas meja makan.
***
07.00
Shilla sudah
berada didepan gerbang sekolahnya. Untungnya dia tidak terlambat. Saat ia hendak
memasuki kelasnya langkahnya terhenti karena seseorang dari belakang menarik
tangannya. Shilla menoleh.
“Shilla,
tunggu!” ujar Sivia – orang tersebut.
Shilla
berdecak kesal. “Mau apalagi sih? Mau numpahin kuah bakso lo di baju gue lagi?”
sahut Shilla dengan nada menyindir.
Sivia
mengernyit. “Enggak kok. Justru gue nyamperin lo karena mau minta maaf. Lo mau
maafin gue kan?”
Hening.
Tidak ada suara yang menjawabnya.
“Gue masih
ngga enak sama lo, gue minta maaf ya” ujar Sivia kekeuh.
“Gausah
lebay! Pergi lo sana!” Shilla melepaskan tangannya dari genggaman Sivia lalu
berbalik badan dan masuk ke dalam kelas.
Lo pikir lo
siapa? Enak aja minta maaf sama gue, batin Shilla
***
“Gausah
lebay! Pergi lo sana!” tubuh Sivia seketika menegang. Ternyata dia belum mau
maafin gua, gumamnya. Sivia masih diam di tempat sementara Shilla sudah berlalu
dari hadapannya. Gue harus minta maaf sampe dia mau maafin gue, batinnya.
Sivia
kemudian kembali ke kelasnya.
***
Ini cerbung ancur bgt wkwkwk :D sorry for typo-_-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar